 |
| Dekorasi dari "Preston Bailey" dengan warna dominan biru cerah |
Rangkaian Bunga:Untuk
tipe rangkaian bunga, secara umum, terutama untuk dekorasi perkawinan,
akan cenderung padat, menggunakan banyak sekali bunga, bahkan beberapa
rangkaian akan tampil tanpa adanya daun. Rangkaian akan berkesan penuh,
terkadang hanya satu atau dua tipe bunga dalam rangkaian. Bunga-bunga
banyak yang dipotong amat pendek dan ditancapkan amat rapat ke busa
bunga (
floral foam)
yang digunakan. Gaya ini terpengaruh oleh sang Maestro dekorator yaitu
“
Preston Bailey” yang juga sudah memiliki kantor cabang representative
di Indonesia.
Tren rangkaian ini sebenarnya menguntungkan bagi para petani
bunga/produsen/“
grower” karena mereka tidak perlu lagi menanam
komoditasnya dengan tangkai panjang, dan hanya akan berkonsentrasi pada
besarnya kuntum bunga yang dihasilkan. Dengan Tren seperti ini perangkai
bunga akan cenderung memilih bunga dengan besar kuntum yang maksimal
dan tidak lagi memperdulikan panjang batang dari produk tersebut.
Warna Bunga:
Selama
bertahun-tahun konsumen relatif berhenti pada pilihan warna-warna
pastel yang berkesan feminine dan anggun seperti : merah muda (pink),
salem (peach), kuning muda, hijau muda, “
broken white” dan sebagainya. Untuk tahun 2012, warna bunga untuk dekorasi pernikahan dan rangkaian bunga secara umum akan menggemari warna
biru
(dan segala macam warna turunannya seperti : turquoise, azure, baby
blue, navy blue, cobalt blue, iris, midnight blue, tiffany blue),
Keunguan (dan semua warna turunannya yang lebih mengarah ke biru
seperti: violet, lavender) dan abu-abu. Warna ini bukan hanya pada
rangkaian bunga yang digunakan pada dekorasi ternikahan terseut , tapi
juga akan tampil pada penggunaan lighting, bridal bouquet, kain pelapis
dinding, aksesoris yang terkait fashion dan lain-lainnya.
Tren warna yang menarik, walaupun sebenarnya tidak menguntungkan bagi
produsen, mengingat tidak banyak bunga berwarna kebiruan maupun
keunguan yang tersedia di pasaran, apalagi bunga bibit lokal. Kelangkaan
akan bunga berwarna biru dan ungu ini, disiasati dengan
mengkombinasikan warna ini dengan beberapa warna lain seperti putih,
fuchsia, pink, kuning dan kehijauan. Sebagai warna aksen, warna perak
akan cukup berperan.
Dari Tren warna diatas, beberapa jenis warna bunga yang diprediksikan akan meningkat kebutuhannya antara lain :
- Bunga-bunga berwarna keunguan sebagai berikut: rose (cool water,
aqua, purple cezzane, delilah, daniel Ost, Silver Stone, Ocean Song),
Brasika ungu, Agaphanthus, Delphinium biru,
- Statis biru/ungu,
Liatris, Hyacinthus biru, Hortensia biru dan ungu, Dendrobium “Miss
Singapore”, Blue Vanda, Purple Mokara, Lisianthus ungu, Tulip ungu, dan
sebagainya.
- Bunga dan daun berwarna keabu-abuan antara lain: Silver dollar, Cineraria, Brunia albiflora.
Jenis bunga :

Konsumen
Indonesia sejak beberapa tahun terakhir masih bertahan pada seleranya
yaitu bunga-bunga yang berkesan anggun, mewah dan romantis. Sekali lagi
tren belum berpihak pada bunga-bunga tropis, walaupun sebenarnya para
petani/grower masih dapat bertahan dengan beberapa produk lokal yang
sesuai dengan tren ini.
10 Jenis bunga (lokal maupun import) yang diprediksikan akan
mendominasi pasar bunga di Indonesia sesuai peringkatnya antara lain:
- Peony
- Rose “David Austin”
- Rose (standart dan spray rose)
- Cymbidium
- Tulip
- Hydrangea
- Lily
- Calla lily
- Phalaenopsis
- Brasica